Karya Ilmiah Dosen di Media “Teknik Mesin Melawan Dogma Elektrifikasi: Mobil Listrik Bukan Satu-satunya Jawaban”

Karya Ilmiah Dosen di Media “Teknik Mesin Melawan Dogma Elektrifikasi: Mobil Listrik Bukan Satu-satunya Jawaban”

Salah satu dosen dari Universitas 45 Surabaya kembali menunjukkan kontribusi keilmuan melalui publikasi di media massa.

Melalui artikel yang dimuat di Harian Disway berjudul “Teknik Mesin Melawan Dogma Elektrifikasi: Mengapa Mobil Listrik Bukan Satu-satunya Jawaban”, diangkat perspektif kritis terhadap perkembangan teknologi otomotif, khususnya terkait tren elektrifikasi kendaraan.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa mobil listrik sering dipandang sebagai solusi utama dalam mengatasi permasalahan lingkungan dan energi. Namun demikian, pendekatan tersebut tidak selalu bersifat universal dan masih memiliki berbagai tantangan, baik dari sisi infrastruktur, biaya, maupun kesiapan teknologi di berbagai daerah.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa teknologi mesin konvensional masih memiliki potensi untuk terus dikembangkan, termasuk melalui efisiensi bahan bakar, penggunaan energi alternatif, serta inovasi teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, pendekatan multi-solusi dinilai lebih relevan dalam menghadapi tantangan transisi energi. Artinya, pengembangan kendaraan listrik perlu berjalan beriringan dengan inovasi pada teknologi lain, sehingga dapat memberikan solusi yang lebih adaptif dan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

Pandangan ini menegaskan bahwa transformasi di sektor otomotif tidak dapat dilakukan dengan pendekatan tunggal, melainkan membutuhkan strategi yang komprehensif, fleksibel, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam diseminasi ilmu pengetahuan, publikasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih luas terkait perkembangan teknologi otomotif dan transisi energi.

🔗 Baca artikel selengkapnya di media asli:
https://harian.disway.id/read/942182/teknik-mesin-melawan-dogma-elektrifikasi-mengapa-mobil-listrik-bukan-satu-satunya-jawaban