Karya Ilmiah Dosen di Media “Psikologi Pocong Begal: Saat Hoaks Medsos Menipu Otak Manusia”

Karya Ilmiah Dosen di Media “Psikologi Pocong Begal: Saat Hoaks Medsos Menipu Otak Manusia”

Salah satu dosen dari Universitas 45 Surabaya kembali menunjukkan kontribusi keilmuan melalui publikasi di media massa.

Melalui artikel yang dimuat di Harian Disway berjudul “Psikologi Pocong Begal: Saat Hoaks Medsos Menipu Otak Manusia”, diangkat fenomena penyebaran hoaks di media sosial yang seringkali memanfaatkan ketakutan dan emosi masyarakat.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa informasi palsu yang dikemas secara sensasional dapat dengan mudah memengaruhi cara berpikir seseorang. Ketika individu menerima informasi yang memicu rasa takut, cemas, atau panik, otak cenderung merespons secara emosional sebelum melakukan verifikasi terhadap kebenarannya.

Lebih lanjut, hoaks sering memanfaatkan bias kognitif manusia, yaitu kecenderungan mempercayai informasi yang sesuai dengan keyakinan atau kekhawatiran yang sudah dimiliki sebelumnya. Akibatnya, informasi yang belum tentu benar dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial.

Selain itu, rendahnya literasi digital dan kebiasaan membagikan informasi tanpa proses pengecekan menjadi faktor yang memperkuat penyebaran hoaks di ruang digital.

Pandangan ini menegaskan bahwa kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan kebiasaan melakukan verifikasi informasi menjadi keterampilan penting di era informasi saat ini.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam diseminasi ilmu pengetahuan, publikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima, menyaring, dan menyebarkan informasi di media sosial.

🔗 Baca artikel selengkapnya di media asli:
https://harian.disway.id/read/949943/psikologi-pocong-begal-saat-hoaks-medsos-menipu-otak-manusia