Karya Ilmiah Dosen di Media “Pancasila di Dinding atau di Diri? Menakar Ulang Makna Setiap 1 Juni”

Karya Ilmiah Dosen di Media “Pancasila di Dinding atau di Diri? Menakar Ulang Makna Setiap 1 Juni”

Salah satu dosen dari Universitas 45 Surabaya kembali menunjukkan kontribusi keilmuan melalui publikasi di media massa.

Melalui artikel yang dimuat di Harian Disway berjudul “Pancasila di Dinding atau di Diri? Menakar Ulang Makna Setiap 1 Juni”, diangkat refleksi mengenai relevansi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial atau simbolis. Pancasila perlu dimaknai sebagai pedoman hidup yang tercermin dalam sikap, perilaku, dan keputusan sehari-hari.

Lebih lanjut, tantangan kehidupan modern, perkembangan teknologi, polarisasi sosial, hingga menurunnya kepedulian terhadap sesama menjadi ujian nyata dalam implementasi nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, penghayatan terhadap nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial perlu terus diperkuat.

Selain itu, Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan atau dipajang di dinding ruang kelas dan kantor, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata, seperti menghargai perbedaan, menjaga persatuan, mengedepankan dialog, serta membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Pandangan ini menegaskan bahwa kekuatan Pancasila terletak pada implementasinya dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar sebagai simbol negara.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam diseminasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kebangsaan, publikasi ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa Pancasila tetap relevan sebagai fondasi dalam membangun karakter bangsa dan menghadapi berbagai tantangan zaman.

🔗 Baca artikel selengkapnya di media asli:
https://harian.disway.id/read/949938/pancasila-di-dinding-atau-di-diri-menakar-ulang-makna-setiap-1-juni