Karya Ilmiah Dosen di Media “Paradoks Media Sosial: Sering Posting, tetapi Kesepian”

Karya Ilmiah Dosen di Media “Paradoks Media Sosial: Sering Posting, tetapi Kesepian”

Salah satu dosen dari Universitas 45 Surabaya kembali menunjukkan kontribusi keilmuan melalui publikasi di media massa.

Melalui artikel yang dimuat di Harian Disway berjudul “Paradoks Media Sosial: Sering Posting, tetapi Kesepian”, diangkat fenomena psikologis terkait penggunaan media sosial di era digital.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa tingginya aktivitas seseorang di media sosial tidak selalu mencerminkan kedekatan emosional atau kualitas hubungan sosial yang dimiliki. Di balik intensitas unggahan dan interaksi digital, banyak individu justru mengalami rasa kesepian dan keterasingan.

Lebih lanjut, media sosial seringkali mendorong individu untuk menampilkan sisi terbaik kehidupannya, sehingga muncul kebutuhan akan validasi sosial melalui jumlah likes, komentar, maupun perhatian dari pengguna lain. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental apabila tidak diimbangi dengan hubungan sosial yang nyata dan sehat.

Selain itu, interaksi digital yang bersifat cepat dan dangkal dinilai belum tentu mampu menggantikan kebutuhan manusia terhadap koneksi emosional secara langsung.

Pandangan ini menegaskan bahwa penggunaan media sosial perlu disertai kesadaran dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan hubungan sosial di dunia nyata.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam diseminasi ilmu pengetahuan, publikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental dan kualitas relasi sosial di era digital.

🔗 Baca artikel selengkapnya di media asli:
https://harian.disway.id/read/946613/paradoks-media-sosial-sering-posting-tetapi-kesepian