Karya Ilmiah Dosen di Media “Anatomi Psikologi Hari Lansia: Ketika Didengarkan adalah Obat dan Dilibatkan adalah Vitamin”

Karya Ilmiah Dosen di Media “Anatomi Psikologi Hari Lansia: Ketika Didengarkan adalah Obat dan Dilibatkan adalah Vitamin”

Salah satu dosen dari Universitas 45 Surabaya kembali menunjukkan kontribusi keilmuan melalui publikasi di media massa.

Melalui artikel yang dimuat di Harian Disway berjudul “Anatomi Psikologi Hari Lansia: Ketika Didengarkan adalah Obat dan Dilibatkan adalah Vitamin”, diangkat pentingnya perhatian psikologis dan sosial terhadap kelompok lanjut usia (lansia).

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa lansia tidak hanya membutuhkan perhatian dalam aspek kesehatan fisik, tetapi juga dukungan emosional dan keterlibatan sosial. Perasaan dihargai, didengarkan, dan tetap dilibatkan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat memiliki dampak besar terhadap kesehatan mental lansia.

Lebih lanjut, rasa kesepian dan terabaikan dapat memengaruhi kondisi psikologis lansia, sehingga komunikasi yang hangat dan perhatian sederhana menjadi hal yang sangat berarti dalam menjaga kualitas hidup mereka.

Selain itu, keterlibatan lansia dalam aktivitas sosial, keluarga, maupun komunitas dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri, kebahagiaan, serta makna hidup di usia lanjut.

Pandangan ini menegaskan bahwa penghormatan terhadap lansia tidak cukup hanya melalui pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga melalui perhatian emosional dan hubungan sosial yang sehat.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam diseminasi ilmu pengetahuan, publikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan psikologis dan kualitas hidup lansia.

🔗 Baca artikel selengkapnya di media asli:
https://harian.disway.id/read/946604/anatomi-psikologi-hari-lansia-ketika-didengarkan-adalah-obat-dan-dilibatkan-adalah-vitamin