Karya Ilmiah Dosen di Media “Ekonomi Sibuk vs Ekonomi Kuat: Mengapa 9,78 Juta UMKM Jatim Belum Melompat”

Karya Ilmiah Dosen di Media “Ekonomi Sibuk vs Ekonomi Kuat: Mengapa 9,78 Juta UMKM Jatim Belum Melompat”

Salah satu dosen dari Universitas 45 Surabaya kembali menunjukkan kontribusi keilmuan melalui publikasi di media massa.

Melalui artikel yang dimuat di Harian Disway berjudul “Ekonomi Sibuk vs Ekonomi Kuat: Mengapa 9,78 Juta UMKM Jatim Belum Melompat”, diangkat analisis mengenai kondisi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam peningkatan skala usaha.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa aktivitas ekonomi yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Banyak UMKM yang terlihat “sibuk” secara operasional, namun belum mampu berkembang secara signifikan dalam hal produktivitas, inovasi, dan daya saing.

Lebih lanjut, berbagai faktor menjadi penyebab belum optimalnya pertumbuhan UMKM, di antaranya keterbatasan akses terhadap teknologi, rendahnya literasi digital, serta minimnya inovasi dalam pengembangan produk dan pemasaran.

Selain itu, pentingnya transformasi dari sekadar aktivitas usaha menuju penguatan kapasitas bisnis menjadi kunci dalam mendorong UMKM agar dapat “naik kelas”. Pendampingan, pelatihan, serta dukungan ekosistem yang tepat menjadi faktor penting dalam proses tersebut.

Pandangan ini menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak hanya membutuhkan kuantitas aktivitas ekonomi, tetapi juga kualitas dalam pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam diseminasi ilmu pengetahuan, publikasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta menjadi referensi dalam pengembangan UMKM yang lebih adaptif dan berdaya saing.

🔗 Baca artikel selengkapnya di media asli:
https://harian.disway.id/read/942919/ekonomi-sibuk-vs-ekonomi-kuat-mengapa-978-juta-umkm-jatim-belum-melompat