
Karya Dosen di Media “Refleksi Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia: Pentingnya Kepedulian Kampus untuk Mendengar Tanpa Menceramahi”
Salah satu dosen dari Universitas 45 Surabaya, Suryanto, kembali menunjukkan kontribusi pemikirannya melalui publikasi di media massa.
Melalui opini yang dimuat di Harian Disway berjudul “Refleksi Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 10 September: Mendengar Tanpa Menceramahi”, diangkat isu penting mengenai kesehatan mental dan pentingnya kepedulian sosial terhadap pencegahan bunuh diri.
Artikel tersebut mengajak pembaca untuk merefleksikan peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, dengan menyoroti tema “Changing the Narrative on Suicide” dan ajakan untuk “Start the Conversation”. Penulis memaparkan bahwa membuka obrolan mengenai beban hidup yang berat bukanlah hal yang mudah, mengingat banyak orang yang tampak ceria di luar justru menyimpan luka yang dalam.
Lebih lanjut, artikel ini juga mengangkat data mengkhawatirkan dari WHO dan Pusiknas Bareskrim Polri mengenai tingginya angka kematian akibat bunuh diri, yang kini juga menyasar kelompok anak-anak dan remaja, usia 15-29 tahun. Penulis menekankan bahwa krisis ini dipicu oleh berbagai faktor kompleks yang saling berkaitan, seperti masalah psikologis, sosial, hingga perundungan (bullying).
Melalui perspektif tersebut, tulisan ini menekankan pendekatan empati sebagai solusi awal, yaitu dengan bersedia menjadi pendengar tanpa harus menceramahi atau menghakimi mereka yang sedang berada dalam krisis.
Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam diseminasi pemikiran dan edukasi publik, publikasi ini menjadi bentuk nyata kepedulian akademisi terhadap krisis kesehatan masyarakat dan pentingnya membangun lingkungan sosial yang suportif.
Baca artikel selengkapnya: https://harian.disway.id/read/967735/refleksi-hari-pencegahan-bunuh-diri-sedunia-10-september-mendengar-tanpa-menceramahi