Karya Dosen di Media: Refleksi Hari Kesaktian Pancasila, “Apakah Anda Pancasilais?”

Karya Dosen di Media: Refleksi Hari Kesaktian Pancasila, “Apakah Anda Pancasilais?”

“Apakah Anda pancasilais?”

Pertanyaan sederhana tersebut menjadi pemantik refleksi mendalam yang diangkat melalui artikel opini di media massa bertepatan dengan momentum refleksi Hari Kesaktian Pancasila. Jika dihadapkan pada pilihan hitam-putih antara “ya” atau “tidak”, menjawab “ya” di atas kertas tentu hal yang mudah. Namun, tantangan terbesarnya bukan pada pengakuan lisan, melainkan pada pembuktian: apakah sikap dan tindakan sehari-hari sudah benar-benar segaris dengan ucapan tersebut?

Bukan Sekadar Kepatuhan Formal

Ulasan dalam artikel ini menyoroti bahaya ketika predikat Pancasilais diperlakukan layaknya ujian kepatuhan formal demi mencari rasa aman. Jika klaim “ya” hanya didasari ketakutan akan stigma atau sekadar formalitas, nilai-nilai luhur bangsa justru kehilangan ruh aslinya.

Sebaliknya, ujian sesungguhnya terhadap nilai Pancasila hadir dalam dinamika kehidupan bermasyarakat yang paling konkret:

  • Toleransi Beragama: Menghormati hak ibadah pemeluk agama lain tanpa prasangka.
  • Kemanusiaan dan Etika Sosial: Menahan diri untuk tidak merundung sesama di lingkungan nyata maupun ranah digital.
  • Persatuan: Menjaga tali persaudaraan dan kebersamaan, kendati berada dalam silang pandang maupun perbedaan pilihan politik.

Menghidupkan Nilai di Tengah Masyarakat

Sebagai bagian dari sivitas akademika, refleksi ini mengajak seluruh elemen kampus dan masyarakat luas untuk tidak terjebak pada kemunafikan yang kerap menjual nama Pancasila demi kepentingan sempit. Menjadi Pancasilais adalah ikhtiar harian yang dinamis—sebuah komitmen etis yang dihidupkan lewat kepedulian, keadilan sosial, dan rasa hormat terhadap martabat sesama manusia.

Artikel opini selengkapnya dapat dibaca langsung melalui media mitra pada tautan berikut:

🔗 Baca selengkapnya di: Apakah Anda Pancasilais?