
Karya Dosen Universitas 45 Surabaya Soroti Tata Kelola SPMB Jalur Mandiri dan Tantangan Pemerataan Pendidikan Tinggi
Dosen Universitas 45 Surabaya kembali menunjukkan kontribusi pemikiran akademik melalui publikasi di media massa. Salah satunya melalui artikel berjudul “Carut Marut SPMB Jalur Mandiri: Fenomena Gunung Es Unsoed” yang dimuat di Harian Disway pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Artikel yang ditulis oleh Ramansyah Hidayat tersebut mengangkat persoalan tata kelola penerimaan mahasiswa baru, khususnya Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) jalur mandiri di perguruan tinggi negeri (PTN).
Dalam tulisannya, dibahas kasus yang terjadi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sebagai momentum untuk melihat lebih luas persoalan pengawasan dan transparansi dalam sistem penerimaan mahasiswa baru. Kasus tersebut menjadi perhatian karena adanya dugaan praktik jual-beli kursi dalam proses penerimaan mahasiswa, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dalam sistem seleksi mahasiswa baru.
Artikel tersebut kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan pelaksanaan SPMB jalur mandiri yang memiliki karakteristik berbeda dengan seleksi nasional. Jalur mandiri memberikan kewenangan yang lebih besar kepada masing-masing perguruan tinggi dalam menentukan mekanisme seleksi, kuota, biaya, hingga proses penerimaan mahasiswa.
Menurut perspektif yang disampaikan dalam artikel, besarnya kewenangan pengelolaan tersebut perlu diimbangi dengan sistem pengawasan dan transparansi yang kuat. Informasi mengenai kuota, mekanisme seleksi, biaya pendidikan, serta dasar penetapan kelulusan perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat memperoleh kepastian dan kepercayaan terhadap proses penerimaan mahasiswa baru.
Persoalan tersebut juga tidak dapat dilepaskan dari tantangan pemerataan pendidikan tinggi. Biaya pendidikan dan mekanisme penerimaan yang semakin kompleks berpotensi menjadi hambatan bagi sebagian masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan tinggi.
Melalui tulisan ini, pentingnya evaluasi terhadap tata kelola penerimaan mahasiswa baru menjadi salah satu perhatian utama. Perbaikan sistem tidak hanya diperlukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan, tetapi juga untuk memastikan bahwa proses penerimaan mahasiswa berlangsung secara adil, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Pemikiran tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa pembangunan pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas akademik, tetapi juga dengan terciptanya tata kelola perguruan tinggi yang sehat dan bertanggung jawab.
Bagi perguruan tinggi swasta, isu tersebut juga memiliki relevansi dalam konteks ekosistem pendidikan tinggi nasional. Persaingan dalam penerimaan mahasiswa perlu ditempatkan dalam kerangka pemerataan akses dan keberlanjutan pendidikan tinggi, sehingga seluruh institusi dapat menjalankan perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Melalui publikasi ini, Universitas 45 Surabaya terus mendorong dosen untuk berkontribusi dalam ruang publik dengan menghadirkan perspektif akademik terhadap berbagai persoalan pendidikan dan pembangunan masyarakat.
Publikasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademisi dalam membangun diskusi publik yang konstruktif, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan gagasan dan masukan terhadap perkembangan kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia.
Baca artikel selengkapnya:
https://harian.disway.id/read/964601/carut-marut-spmb-jalur-mandiri-fenomena-gunung-es-unsoed