Karya Ilmiah Dosen di Media “Jebakan Hilirisasi Setengah Matang: Jangan Cuma Bangga Punya Smelter”

Karya Ilmiah Dosen di Media “Jebakan Hilirisasi Setengah Matang: Jangan Cuma Bangga Punya Smelter”

Salah satu dosen dari Universitas 45 Surabaya kembali menunjukkan kontribusi keilmuan melalui publikasi di media massa.

Melalui artikel yang dimuat di Harian Disway berjudul “Jebakan Hilirisasi Setengah Matang: Jangan Cuma Bangga Punya Smelter”, diangkat analisis kritis mengenai arah kebijakan hilirisasi industri di Indonesia.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa pembangunan smelter sering dipandang sebagai simbol keberhasilan hilirisasi nasional. Namun demikian, hilirisasi tidak cukup hanya berhenti pada pembangunan fasilitas pengolahan bahan mentah, melainkan harus mampu menciptakan rantai industri yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, hilirisasi yang belum terintegrasi dengan pengembangan teknologi, sumber daya manusia, serta industri turunan berisiko hanya menghasilkan pertumbuhan jangka pendek tanpa memberikan nilai tambah optimal bagi perekonomian nasional.

Selain itu, pentingnya penguatan inovasi, transfer teknologi, dan pengembangan industri berbasis riset menjadi faktor utama agar hilirisasi benar-benar mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Pandangan ini menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari jumlah smelter yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan menciptakan ekosistem industri yang mandiri, berdaya saing, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam diseminasi ilmu pengetahuan, publikasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan menjadi bahan refleksi dalam pengembangan industri nasional yang lebih strategis dan berkelanjutan.

🔗 Baca artikel selengkapnya di media asli:
https://harian.disway.id/read/947413/jebakan-hilirisasi-setengah-matang-jangan-cuma-bangga-punya-smelter