
Karya Ilmiah Dosen di Media “Krisis Rasa Malu: Mengapa Pelanggar Aturan Kini Lebih Galak daripada yang Menegur”
Salah satu dosen dari Universitas 45 Surabaya kembali menunjukkan kontribusi keilmuan melalui publikasi di media massa.
Melalui artikel yang dimuat di Harian Disway berjudul “Krisis Rasa Malu: Mengapa Pelanggar Aturan Kini Lebih Galak daripada yang Menegur”, diangkat fenomena sosial yang semakin sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat, yaitu menurunnya rasa malu terhadap pelanggaran norma dan aturan.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa dalam berbagai situasi sosial, pelanggar aturan tidak jarang justru menunjukkan sikap defensif, agresif, bahkan menyerang pihak yang berupaya mengingatkan atau menegur. Fenomena ini mencerminkan adanya pergeseran nilai sosial yang berkaitan dengan tanggung jawab, etika, dan kesadaran kolektif.
Lebih lanjut, dari perspektif psikologi sosial, perilaku tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti rendahnya kontrol diri, kebutuhan mempertahankan citra diri, serta budaya yang semakin permisif terhadap pelanggaran aturan. Akibatnya, rasa malu yang seharusnya berfungsi sebagai mekanisme pengendalian sosial menjadi semakin melemah.
Selain itu, perkembangan media sosial juga turut berperan dalam membentuk pola interaksi yang lebih konfrontatif. Ruang digital sering kali memberikan kesempatan bagi individu untuk mengekspresikan emosi secara spontan tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang lebih luas.
Pandangan ini menegaskan bahwa membangun budaya taat aturan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga memerlukan penguatan karakter, pendidikan moral, serta keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam diseminasi ilmu pengetahuan, publikasi ini diharapkan dapat menjadi refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga etika sosial, rasa tanggung jawab, dan budaya saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
🔗 Baca artikel selengkapnya di media asli:
https://harian.disway.id/read/951272/krisis-rasa-malu-mengapa-pelanggar-aturan-kini-lebih-galak-daripada-yang-menegur